FIKIH WUDHU DAN TAYAMUM

Tanggal: Sabtu / 16 Desember 2023
fikih-wudhu-dan-tayamum

WUDHU

 

Pengertian dan Hukum Wudhu

Secara bahasa diambil dari kata الوضاءة yang artinya adalah bagus dan bersih.

 

Sedangkan secara syariat adalah menggunakan air pada 4 anggota badan yaitu wajah, kedua tangan, kepala dan kedua kaki. Dilakukan dengan tata cara tertentu sesuai syariat dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah.

 

Hukumnya adalah wajib bagi orang yang berhadas Jika dia ingin melakukan salat atau ibadah yang lain yang mengharuskan wudhu seperti tawaf dan menyentuh mushaf ( Al fiqhul muyassar halaman 22)

 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

 

{ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ }

[Surat Al-Ma'idah: 6]

 

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.

 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

 

لا تُقْبَلُ صَلاةٌ بغيرِ طُهُورٍ ولا صَدَقَةٌ مِن غُلُولٍ رواه مسلم ٢٢٤

 

Tidak akan diterima shalat tanpa bersuci dan sedekah dari hasil mencuri.

 

 

Tata Cara Wudhu

 

1. Berniat (di dalam hati dan tidak perlu dilafadzkan) untuk menghilangkan hadas atau berwudhu untuk shalat atau yang semisal shalat.

Niat adalah syarat untuk seluruh amal ibadah, yang diantaranya adalah bersuci, berdasarkan sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam :

 

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

 

Sesungguhnya setiap amal itu tergantung dengan niat, dan bagi setiap orang apa yang dia niatkan (Hadits Riwayat Bukhari, dan riwayat Muslim 1908)

2. Kemudian mengucapkan Bismillah

3. Kemudian mencuci telapak tangan 3 kali

 

4. Kemudian berkumur, beristinsyaq yaitu menyedot air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya, dilakukan tiga kali, dengan tiga kali menyiduk air ( maksudnya sekali menyiduk air dengan kedua tangan digunakan untuk berkumur sekaligus beristinsyaq dan beristintsar)

 

5. Kemudian mencuci wajah tiga kali

6. Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku tiga kali

 

7. Kemudian mengusap kepala dengan Kedua telapak tangan dari ujung kepala sampai tengkuk kemudian kembali ke depan lagi ke tempat saat memulai mengusap itu dilakukan satu kali. Kemudian memasukkan kedua telunjuk ke dalam kedua lubang telinga dan mengusap daun telinga bagian belakang dengan ibu jari.

 

8. Kemudian mencuci kaki termasuk kedua mata kaki tiga kali. (kitab manhajus salikin halaman 45 dan 46)

 

Tata cara wudhu di atas berdasarkan hadis nabi shalallahu alaihi wasallam

 

عن حمران مولى عثمان أنَّه رأى عثمان دعا بوَضُوء، فأفرَغ على يَدَيه مِن إنائه، فغَسَلهُما ثلاثَ مرَّات، ثمَّ أدخل يَمينَه في الوَضُوء، ثمَّ تَمضمَض واستَنشَق واستَنثَر، ثُمَّ غَسل وَجهه ثَلاثًا، ويديه إلى المرفقين ثلاثا، ثم مسح برأسه، ثمَّ غَسل كِلتا رجليه ثلاثًا

 

Artinya : dari humron Maula Usman bin Affan radhiyallahu anhu bahwasannya Usman meminta untuk diambilkan air wudhu maka Tuangkan air dari wadah ke kedua tangan Beliau dan mencucinya tiga kali, Kemudian beliau memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhu (untuk mengambil air), Kemudian beliau berkumur beristinsyaq dan beristintsar, Kemudian beliau mencuci wajah tiga kali dan kedua tangan sampai siku tiga kali, Kemudian beliau mengusap kepala kemudian kedua kaki tiga kali. Hadits riwayat Bukhari 164, muslim 226

 

Juga hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dari Abdullah bin Zaid bin 'Ashim radhiyallahu anhuma tentang tata cara wudhu nabi dalam mengusap kepala, Beliau berkata :

 

بدأ بمقدم رأسه حتى ذهب بهما إلى قفاه ثم ردهما إلى المكان الذي بدأ منه

 

Artinya : beliau memulai (mengusap) dari kepala bagian depan sampai ke tengkuk kemudian kembali lagi ke depan tempat di mana beliau memulai. Hadis riwayat Bukhari 185, muslim 235.

 

Juga hadis dari Ali radhiallahu anhu tentang tata cara wudhu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam

 

ومسح برأسه واحدة

 

Dan beliau mengusap kepala satu kali. Hadits riwayat Abu Dawud, Nasa'i dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih.

Bahkan Imam Tirmidzi mengatakan sesungguhnya hadis ini adalah yang paling Shahih dalam masalah ini ( yaitu mengusap kepala hanya satu kali).

 

 

Kewajiban - Kewajiban Wudhu

 

Maksudnya adalah dari tata cara wudhu di atas yang hukumnya wajib adalah sebagai berikut :

 

1. Mencuci wajah termasuk berkumur dan beristinsyaq karena mulut dan hidung merupakan bagian dari wajah

2. Mencuci kedua tangan sampai siku

3. Mengusap seluruh kepala termasuk kedua telinga

4. Mencuci kedua kaki sampai mata kaki

5. Tertib ( maksudnya urutan dalam membasuh atau mengusap anggota wudhu sebagaimana yang telah disebutkan)

 

6. Berkesinambungan (maksudnya tidak ada jeda yang terlalu lama antara satu anggota badan wudhu dengan yang lainnya saat membasuhnya) (dari kitab aqsarul mukhtasharat dan juga kitab Al fiqhul muyassar)

 

 

Pembatal Pembatal Wudhu

1. Sesuatu yang keluar dari dua jalan yaitu qobul atau dubur.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

 

لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ مَن أحْدَثَ حتَّى يَتَوَضَّأَ قالَ رَجُلٌ مِن حَضْرَمَوْتَ: ما الحَدَثُ يا أبَا هُرَيْرَةَ؟ قالَ: فُسَاءٌ أوْ ضُرَاطٌ (متفق عليه)

 

Artinya : tidak diterima shalat orang yang berhadas sampai dia berwudhu, maka seorang laki-laki dari Hadramaut bertanya apa itu hadas wahai Abu Hurairah : kentut yang bersuara maupun yang tidak bersuara.

 

2. Hilangnya atau tertutupnya akal karena tidur nyenyak, pingsan atau yang lainnya

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam :

 

العين وِكَاء السَّهِ ، فإذا نامت العينان استطلق الوكاء (رواه أحمد، 4/97،  وحسنه الألباني في صحيح الجامع، رقم 4148)

 

“Mata itu tali (penutup) dubur, kalau kedua mata tidur, maka tali itu terlepas.”

(HR. Ahmad, 4/97, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 4148)

 

3. Menyentuh kemaluan tanpa penghalang

 

مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ

 

 “Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Abu Daud no. 181, An Nasa-i no. 447, dan At Tirmidzi no. 82)

 

4. Makan daging unta

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam saat beliau ditanya Apakah orang yang makan daging unta harus berwudhu maka beliau menjawab :

 

نعم، توضأ من لحوم الإبل. رواه مسلم ٣٦٠

 

Artinya : Iya berwudhulah karena makan daging unta. Hadis riwayat Muslim 360.

 

5. Murtad

Bahkan murtad membatalkan seluruh Amal Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :

 

{  وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلۡإِيمَٰنِ فَقَدۡ حَبِطَ عَمَلُهُۥ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ }

[Surat Al-Ma'idah: 5]

 

Barang siapa kafir setelah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.

 

 

Doa Setelah Wudhu

 

أشهد أن لا إله إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

 

"Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan- Nya. Diriwayatkan oleh imam Muslim 1/22

 

اللهمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ.

 

"Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang- orang yang banyak bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri."25

 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

 

"Mahasuci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau; aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu." Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, 1/78, dan lihat Shakik at- Tirmidzi, 1/18.

 

***

 

TAYAMUM

Pengertian tayamum

Tayamum secara bahasa adalah bermaksud atau menyengaja. Sedangkan secara syar'i adalah mengusap wajah dan Kedua telapak tangan dengan debu yang suci dengan tata cara tertentu sebagai bentuk ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

 

{ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا }

[Surat An-Nisa': 43]

 

Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan,sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan debu itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.

 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

 

جعلت لي الأرض مسجدا طهورا

 

Artinya : dijadikan untukku bumi ini masjid dan alat untuk bersuci. Hadits Riwayat Bukhari nomor 335.

 

Tayamum boleh dilaksanakan pada saat tidak mampu untuk menggunakan air baik karena tidak ada air ataupun khawatir membahayakan diri apabila menggunakannya yaitu pada saat sakit atau kondisi yang sangat dingin atau yang lainnya.

 

Tata Cara Tayamum

1. Berniat untuk menghilangkan hadas

2. Membaca Bismillah

3. Menepuk Debu  dengan kedua tangan satu kali

4. Meniup Kedua telapak tangan kemudian mengusap wajah dan kedua tangan sampai pergelangan.

 

Disebutkan dalam hadis :

 

عن عمار بن ياسر رضي الله عنه قال : أجنبت فلم أصب ماء، فتمعكت في الصعيد وصليت، فذكرت ذلك للنبي الله فقال : ( إنما كان يكفيك هكذا، وضرب

النبي الله بكفيه الأرض ونفخ فيهما، ثم مسح بهما وجهه وكفيه (متفق عليه)

 

Artinya : dari Amar bin Yasir radhiallahu anhu Beliau berkata suatu ketika aku junub dan tidak mendapati air maka aku berguling-guling di tanah kemudian shalat, kemudian aku menceritakan itu kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam maka beliau bersabda : sesungguhnya cukup bagimu melakukan seperti ini lalu Beliau menepuk tanah dengan Kedua telapak tangan meniupnya kemudian mengusap wajah dan Kedua telapak tangan dengannya. Hadits Riwayat Bukhari nomor 338 muslim 368.

 

Pembatal - Pembatal Tayamum

Yang membatalkan tayamum adalah hal-hal yang membatalkan wudhu sebagaimana yang telah disebutkan. Kemudian ditambah mampu menggunakan air, maksudnya apabila dia bertayamum karena tidak ada air maka saat ada air tayamumnya batal. Dan apabila dia bertayamum karena tidak mampu menggunakan air karena sakit maka saat sembuh tayamumnya batal.

 

Sumber rujukan dalam penulisan makalah ini

1. Alquranul Karim

2. Manhajus salikin Syekh Abdurrahman Bin nashir as-sa'di

3. Al fiqhul muyassar

4. Al hawasyi assabighot 'ala akshoril mukhtashorot

5. Alwajiz fi fiqhis Sunnah

6. Taudhihul ahkam Syarah bulughul marom

7. Taisirul alam Syarah umdatul ahkam

8. Shohih fiqih Sunnah

 

Sabtu 16 desember 2023

Oleh : Agus Eko Wahyono.

Staf pengajar Pondok Pesantren Al I'tisham