BUNDA, AJARI AKU MENGHORMATI ORANG LAIN

Tanggal: Selasa / 12 Desember 2023
bunda-ajari-aku-menghormati-orang-lain

BUNDA, AJARI AKU MENGHORMATI ORANG LAIN

 

A. Kewajiban Orang Tua Kepada Anak

 

Anak tidak hanya sekedar penyejuk mata atau sekedar pelengkap kehidupan. Ia bukan sesuatu yang sekedar untuk dibanggakan saat mereka membanggakan atau sesuatu yang menyakitkan saat dia mengecewakan. Akan tetapi anak adalah anugrah, nikmat dan amanah dari Allah ta'ala yang harus dijaga oleh orang tua.

 

Menjaga anak tidak hanya sekedar mencukupi kebutuhan dunianya saja akan tetapi lebih dari itu, anak harus dijaga dari api neraka. Allah ta'ala berfirman:

 

{ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ }

[Surat At-Tahrim: 6]

 

Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

 

dan diantara yang harus diajarkan kepada anak dalam rangka menjaga amanah dari Allah ta'ala dan dalam rangka menjaga mereka dari api neraka adalah mengajarkan adab yang baik kepada mereka. Menjadikan mereka tumbuh dalam naungan adab-adab Islam yang luhur. Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu berkata:

 

 "إنَّ الوالِد مسؤول عن الولَد، وإنَّ الولد مسؤول عن الوالد"؛ يعني: في الأدَب والبِرِّ

Orang tua akan dimintai pertanggung jawaban tentang anaknya, dan anak juga akan diminta pertanggungjawaban tentang orang tuanya.

 

Yang dimaksud pertanggung jawaban disini adalah dalam hal adab dan kebaikan.

 

Dalam hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu disebutkan:

 

عن أنس بن مالك يحدث، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «أكرموا أولادكم وأحسنوا أدبهم» رواه ابن ماجة (3671)

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu menceritakan dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam: muliakanlah anak-anak kalian dan perbaikilah adab mereka.

 

dalil-dalil diatas menunjukkan kepada kita pentingnya mengajarkan adab kepada anak dan membentuk adab yang baik pada diri mereka. Kemudian diantara adab yang baik yang sangat perlu diajarkan adalah menghormati orang lain. Terutama pada akhir-akhir ini yang begitu tersebarnya kasus-kasus bullying yang dilakukan oleh anak-anak atau bahkan orang dewasa.

 

B. Dalil-dalil yang Berisi Tentang Menghormati Orang Lain

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu :

 

أن الأقرع بن حابس رضي الله عنه أبصر النبى -صلى الله عليه وسلم- يقبل الحسن ، فقال: "إن لي عشرة من الولد ما قبلت واحدا منهم"، فقال رسول الله -صلى الله عليه وسلم- : ( إنه من لا يرحم، لا يرحم) متفق عليه.

 

Bahwasannya al-aqro' bin Habis radhiyallahu anhu melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mencium cucu beliau Al Hasan maka dia berkata Sesungguhnya aku memiliki 10 anak tidak ada seorangpun diantara mereka yang aku cium maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya Barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak akan disayangi.

 

Hadis di atas menunjukkan pentingnya sifat kasih sayang yang dengan sifat itu seseorang akan bisa menghargai menghormati orang lain tidak mudah mencela dan merendahkan orang lain.

 

Di dalam hadis yang lain dari sahabat Abdullah bin Amr Bin Al Ash radhiyallahu anhuma secara marfu'

 

عن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما مرفوعاً: «ليس منا من لم يَرحمْ صغيرنا، ويَعرفْ شَرَفَ كبيرنا».

 

Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi orang yang lebih kecil dan orang yang tidak mengerti kemuliaan orang yang lebih tua.

 

C. Cara Menanamkan pada Anak Sikap Menghormati Orang Lain

 

1. Menjadi contoh dalam menghargai orang lain

 Di antara cara terbaik untuk menanamkan pada diri anak rasa hormat kepada orang lain dan menghargai orang lain adalah dengan memberikan contoh. Karena sesungguhnya anak lebih banyak meniru Apa yang dia lihat dan dia dengar.

 

Maka orang tua hendaknya tidak hanya sekedar memberikan nasehat lisan kepada anak, akan tetapi dia harus memulai dari dirinya sendiri, memberikan contoh yang baik kepada anak dalam menghormati dan menghargai orang lain. Jangan sampai orang tua hanya banyak berbicara kepada anak tanpa ada contoh dari mereka.

 

Diantara bentuk memberikan contoh adalah saat melihat orang lain biasakan memberi contoh respon positif. misalnya melihat pengemis yang ada di jalan maka berikan Respon yang positif di hadapan anak jangan menghina pengemis tersebut atau bahkan merendahkannya. Akan tetapi ajarkan pada anak dan tumbuhkan pada diri anak rasa kasihan kepada orang yang kondisinya sedang sulit.

Contoh yang lainnya misalkan saat orang lain bicara dengan kita berikan contoh pada anak respon yang baik, yaitu jangan memalingkan wajah dari orang yang berbicara kepada kita Dengarkan dengan seksama perkataan orang yang sedang berbicara atau respon-respon positif yang lainnya.

 

2. Ajarkan kepada anak untuk bisa meminta maaf

Ini pun masih berkaitan dengan poin yang pertama tadi yaitu tentang memberikan contoh. Berikan contoh kepada anak untuk meminta maaf. Misalkan kita memiliki salah kepada orang lain walaupun itu tidak kita sengaja tunjukkan kepada anak bagaimana kita meminta maaf.

 

Atau misalnya kita memiliki kesalahan kepada anak, tidak mengapa kita sebagai orang tua meminta maaf kepada anak ini dalam rangka memberikan contoh kepada mereka.

 

Atau saat anak memiliki salah kepada orang lain kepada temannya misalnya, perintahkan kepada anak untuk meminta maaf bahkan kalau perlu ajarkan Bagaimana cara meminta maaf.

 

3. Ajarkan pada anak bagaimana menghormati orang lain

Ajarkan kepada anak Bagaimana menghormati orang lain dengan memberikan perintah atau larangan kepada mereka. Misalnya saat anak hendak pergi ke sekolah berikan pesan yang baik kepada anak. Sampaikan kepadanya agar tidak mengganggu temannya, agar tidak mengejek temannya agar mendengarkan apa yang disampaikan oleh Ustadzah, guru atau ustadz. Dan nasehat-nasehat yang semisalnya.

 

4. Mengajari kata kata interaksi yang baik

 Kemudian yang keempat untuk menanamkan sifat menghormati orang lain kepada anak adalah dengan mengajarkan kepadanya kata-kata yang baik yang berisi penghormatan kepada orang lain menghargai orang lain dan tidak merendahkan mereka. Misalnya adalah kata-kata berikut :

 

Kata terima kasih saat ada yang memberikan kebaikan untuknya, kata maaf saat memiliki salah kepada orang lain, kata permisi saat hendak melewati orang lain, kata tolong saat membutuhkan pertolongan orang lain.

 

Walaupun kata-kata seperti ini terlihat sepele, namun jika tidak dibiasakan seolah-olah akan sulit bagi seseorang mengucapkan kata-kata yang sepele ini. Berapa banyak anak atau bahkan orang dewasa yang tidak tahu terima kasih, bahkan saat membutuhkan bantuan orang lain pun langsung memerintah tanpa mengucapkan  tolong. Ini semua menunjukkan pentingnya melatih anak untuk mengucapkan kata-kata tersebut.

 

5. Memberikan perhatian dan penanganan pada situasi tertentu

 Saat terjadi kasus-kasus tertentu maka harus diperhatikan dan ditangani jangan dibiarkan begitu saja. misal saat anak nyubit temannya maka harus ada penanganan Jangan dibiarkan. Saat anak mengejek temannya maka harus ditangani Jangan dibiarkan begitu saja. Atau saat ada kasus-kasus yang lainnya yang semisal Maka jangan sampai hanya dibiarkan begitu saja.

 

Karena saat anak nyubit temannya misalnya kemudian orang tua membiarkan, maka akan tertanam pada diri anak bahwa itu sesuatu yang biasa dan tidak mengapa dilakukan.

 

6. Menasehati anak secara bertahap sesuai keadaan

Kemudian poin yang selanjutnya untuk menanamkan rasa hormat kepada anak dan menghargai orang lain adalah dengan menasehati dan memperbaiki anak secara bertahap sesuai keadaan.

 

Ini berkaitan dengan poin yang sebelumnya yaitu Saat anak melakukan kasus-kasus tertentu, maka penanganan yang dilakukan harus secara bertahap misalnya dengan nasihat lisan, kemudian dengan tindakan, dan jika anak masih melakukan hal yang sama maka bisa dengan diberikan hukuman. Namun perlu diperhatikan dalam memberikan hukuman adalah hukuman yang mendidik jangan sampai menyakiti atau menganiaya anak.

 

7. Doakan anak

Kemudian yang terakhir untuk menanamkan adab agar anak menghormati orang lain menghargai orang lain adalah dengan senantiasa mendoakan anak, doakan anak agar selalu memiliki adab dan akhlak yang baik, Doakan anak agar menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Allah ta'ala berfirman :

 

{ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ }

[Surat Ghafir: 60]

 

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

 

Demikianlah diantara beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menanamkan pada anak rasa hormat dan menghargai orang lain. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan Hidayah dan taufiknya kepada kita dan anak-anak kita agar senantiasa bisa berjalan di atas adab dan Akhlak Yang Mulia.

 

 

Dari berbagai sumber.

Selasa 12 Desember 2023

Disusun oleh Agus Eko Wahyono

Staf pengajar pondok pesantren al-i'tisham Gunungkidul.